Skema Diubah, Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Selama Ramadan

Rabu, 21 Januari 2026 11:28 WITA

NEWSNUSANTARA BERAU- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian dalam pola pelaksanaannya. Pemerintah daerah memastikan perubahan tersebut tidak menghilangkan substansi program, yakni pemenuhan kebutuhan gizi bagi penerima manfaat.

Selama Ramadan, makanan dalam program MBG tidak lagi dikonsumsi di lingkungan sekolah. Paket makanan akan dibagikan kepada siswa untuk dibawa pulang, menyesuaikan dengan pelaksanaan ibadah puasa. Skema ini berbeda dari hari biasa, ketika makanan disantap langsung oleh peserta didik di sekolah.

Baca Juga  Bukan Mabuk atau Begal, Tapi Depresi Berat - Pria Dikeroyok dan Mengamuk di Lenggo

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan perubahan mekanisme tersebut merupakan langkah adaptif agar program tetap berjalan tanpa bertabrakan dengan aktivitas keagamaan. Menurut dia, kebijakan ini bersifat teknis dan situasional.

“Kalau tidak puasa, dimakan di sekolah. Tapi kalau puasa, tentu dibawa pulang,” ujar Rakhmadi saat ditemui, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga  Peringatan 1 Tahun Pamter 139 Cabang Berau. Perkuat Sinergi, dan Jaga Nama Besar Ajaran PSHT
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski belum dituangkan dalam aturan tertulis khusus, Rakhmadi menegaskan pelaksanaan MBG selama Ramadan tidak dihentikan. Bahkan, ia menyebut distribusi tetap dilakukan meski bertepatan dengan hari libur. Penyesuaian hanya dilakukan pada cara penyaluran dan komposisi menu yang dibagikan.

Ia menambahkan, menu makanan selama Ramadan disesuaikan dengan kondisi sosial dan keagamaan daerah. Di wilayah dengan mayoritas penduduk muslim seperti Berau, makanan yang diberikan ditujukan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Baca Juga  Delapan Personel Polres Berau Terima Penghargaan

“Menunya kita sesuaikan dengan kebutuhan saat puasa, karena mayoritas penerima menjalankan ibadah,” katanya.

Melalui penyesuaian tersebut, pemerintah daerah berharap program MBG tetap memberikan dampak positif bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah, sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah Ramadan tanpa mengurangi akses penerima manfaat terhadap bantuan pangan bergizi.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Edi

Bagikan:
Berita Terkait