NEWSNUSANTARA,BERAU – Daftar panjang antrean keberangkatan haji yang mencapai puluhan tahun di sejumlah daerah menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi. Ia mendorong Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan penambahan kuota haji, agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.
“Saat ini ada daerah-daerah yang masa tunggunya sudah belasan, bahkan puluhan tahun. Seharusnya ini bisa menjadi perhatian bagi pemerintah,” tegas Sumadi, Jumat (24/10/2025).
Ia mengingatkan bahwa antrean panjang tersebut menjadi masalah yang kian mendesak, apalagi jika benar isu pemangkasan kuota haji oleh pihak Arab Saudi. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa kuota haji Indonesia akan dipangkas karena catatan terkait kesehatan jemaah asal Indonesia.

Namun menurut Sumadi, jika hal itu benar terjadi, justru akan semakin merugikan masyarakat yang sudah lama menunggu. Ia menilai, persoalan kesehatan seharusnya menjadi evaluasi terhadap sistem seleksi dan koordinasi antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama, bukan alasan untuk mengurangi jatah haji Indonesia.
“Yang tersedia saat ini saja sudah sangat kurang. Kalau benar-benar dipotong, mau bagaimana? Syukurnya tidak jadi,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, lamanya masa tunggu haji yang kini mencapai 30 hingga 40 tahun di beberapa wilayah menjadi bukti bahwa kebutuhan akan kuota tambahan sangat mendesak. “Kalau dikurangi, bisa-bisa antreannya sampai 100 tahun,” keluhnya.
Karena itu, ia mendesak agar Kementerian Agama bersama instansi terkait benar-benar serius memperjuangkan penambahan kuota haji dan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi. Selain itu, Sumadi juga mengingatkan agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap biro atau travel haji nakal yang dapat mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia.
“Kita ingin pelayanan haji semakin baik, kuota ditambah, dan kepercayaan dunia terhadap jemaah Indonesia terus meningkat,” pungkasnya.
(adv)





