Sungai Kelay meluap, sejumlah Kampung di tepi sungai terendam.

Minggu, 14 Mei 2023 02:58 WITA
FOTO:Sejumlah kampung, seperti Bena Baru, Tumbit Dayak, Siduung Indah, Tumbit Melayu, Long Ayan, Long Ayap, Long Laay, Merasa, Pegat Bukur dan Long Lanuk, jadi terdampak banjir

 NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB– Banjir yang kerap melanda sejumlah kampung yang berada di sepanjang Sungai Kelay, memang tidak bisa dihindari. Pasalnya, fenomena itu sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya. Terutama ketika curah hujan tinggi di wilayah hulu Kelay.

Pj Sekkab Berau, Agus Wahyudi mengatakan, tidak ada rekayasa apapun yang dapat menghentikan banjir tersebut. Sebab, kondisi geografis wilayah yang berada di sekitar sungai Kelay memang rawan banjir.

“Banjir itu tidak bisa dicegah. Sekalipun melakukan rekayasa untuk mencegahnya. Karena kondisi geografisnya memang seperti itu. Kalau curah hujan tinnggi di hulu, maka air akan meluap didataran rendah di sekitar sungai. Bangun Bronjong juga sama saja,” katanya, kemarin.

Baca Juga  Wakil Bupati Asahan Resmikan 3 JPL di Perlintasan Kota Kisaran dan Air Batu

Makanya, ketika kondisi itu terhadi sejumlah kampung, seperti Bena Baru, Tumbit Dayak, Siduung Indah, Tumbit Melayu, Long Ayan, Long Ayap, Long Laay, Merasa, Pegat Bukur dan Long Lanuk, jadi terdampak banjir.

Salah satu caranya, yakni dengan memindahkan pemukiman dari dataran rendah ke dataran tinggi secara bertahap. Dengan begitu, maka dampak banjir bisa diminimalisir.

“Cuman persoalannya sekarang, banyak masyarakat yang menolak untuk pindah. Dan memilih bertahan dengan merubah struktur rumahnya menjadi tinggi,” jelasnya.

Ada beberapa alasan kenapa warga menolak direlokasi kata Agus. Salah satunya, karena dataran rendah di sekitar sungai Kelay memiliki tingkat kesuburan yant bagus. Kemudian, karena warga itu juga sudah cukup lama bermukim di wilayah itu.

Baca Juga  Sri Kumalasari Dorong Event PAMFIR Teluk Bayur Bisa Disupport Maksimal
FOTO:Sejumlah kampung, seperti Bena Baru, Tumbit Dayak, Siduung Indah, Tumbit Melayu, Long Ayan, Long Ayap, Long Laay, Merasa, Pegat Bukur dan Long Lanuk, jadi terdampak banjir

“Akhirnya, badan jalan yang ditinggikan oleh pemerintah daerah, agar warga bisa berktivitas kendati terjadi banjir,” jelasnya.

Selain pemukiman, pihaknya juga perlahan merelokasi sejumlah layanan masyarakat. Yang tadinya kerap kebanjiran, kini sudah tidak lagi terdampak banjir karena lokasinya dibangun di dataran tinggi.

Memang menurut Agus, belum banyak sudah dipindahkan, mengingat anggaran yang terbatas. Namun, Pemkab akan merelokasinya secara bertahap.

“Contoh SMP 3 Tumbit Dayak, itukan tergenang, akhirnya kami pindahkan. Saya juga sempat mendengar, ada sekolah yang terpaksa melaksanakan ujian di tengah banjir, ini ironi, sudah harus dipikirkan, agar kejadian tidak terulang kembali,” tegasnya.

Baca Juga  Ponpes Nh Mengadakan Haul Masyayikh Dengan Habib Fahmi

Menurut Agus Wahyudi, sarana pendidikan dan kesehatan, seharusnya aman dari banjir. Karena kedua fasilitas itu, sangat penting bagi masyarakat. Terutama fasilitas kesehatan harus benar-benar tidak boleh lumpuh.

“Kedepan ini tidak boleh terjadi. Karena layanan kesehatan itu merupakan upaya pertolongan pertama sebelum ke RSUD. Kami akan upayakan semua layanan publik itu bisa berada di dataran tinggi,” pungkasnya. MK(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait