Tahun 2022, Sistem Sekolah Pengerak di Kota Tarakan segera Terealisasikan

NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Dalam rangka mendukung program Kementerian Pendidikan Dan Budaya (Kemendikbud), penerapan sekolah penggerak akan dilangsungkan dalam waktu dekat berlaku baik sekolah negeri maupun swasta di Kota Tarakan.

Pada pelaksanaannya, mendorong seluruh kepala sekolah mencakup Taman Kanak (TK)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan kisaran umur 5-6 tahun, kemudian Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk mengikuti seleksi calon kepala sekolah penggerak.

Dikatakan Plt Dinas Pendidikan Kota Tarakan Eny Suryani S.H bahwa sekolah penggerak merupakan sekolah yang menerapkan metode baru yang didalamnya, menuntut siswa turut lebih berperan aktif selama pembelajaran di sekolah.

“Sekolah penggerak adalah sekolah yang menerapkan metode baru yang berlakukan dimana komunikasi tidak hanya guru, melainkan anak-anak juga berpartisipasi jadi komunikasi 2 arah antara tenaga pendidik dengan siswa, selain itu pembelajaran nya tidak selalu didalam kelas. Tetapi kita lihat minat anak tersebut dimana kemudian diarahkan, menuntut siswa lebih aktif dan menuntut para guru lebih berinovasi begitu pula dengan siswa” ungkap Eny saat dihubungi Newsnusantara Kamis (10/2/22).

Dikarenakan masih dalam bentuk program yang direncanakan, Eny mengungkap belum ditemukannya hambatan.

Mengetahui prospek imlepementasi kedepan program tersebut sangat menjanjikan, pihaknya berharap bahwa seluruh sekolah dapat menjadi sekolah penggerak dan dapat membentuk para siswa sesuai dengan output yang diharapkan dari dilaksanakannya program tersebut.

“Bila dilihat implementasi nya, kalau dipelajari kedepan akan bagus sekali, baik dari cara berkomunikasi dengan anak murid sekarang tidak boleh ada larangan, tapi kita yang mengarahkan. Diterapkan metode pembelajaran baru tersebut diharapkan siswa nantinya memiliki karakter yang kuat tidak secara kognitif, melainkan kepribadian, skill serta attitudenya dapat terbentuk gitu,” terang Eny. (Putri)