Terlibat Aksi Pengeroyokan, 3 Pelajar diamankan Polisi

NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Akibat kesalahpahaman, 3 pelajar nekad terlibat aksi perkelahian yang berujung pengamanan oleh pihak kepolisian.

3 pelaku diantaranya MA, KF, dan AR diduga masih berstatus Sekolah Tinggi Menengah Atas (SMA), mengeroyok korban berinisial NF dengan tangan kosong, yang diduga korban merupakan kawan satu angkatan di salah satu SMA Negeri Tarakan.

Akibat pengeroyokan tersebut, NF mengalami luka pada bagian pelipis dan memar pada bagian kedua lengan, wajah serta tubuh.

Dijelaskan oleh Kapolsek Tarakan Barat, Iptu Angestri Budi Reswanto, kronologis kejadian berawal dimana pelaku merasa tersinggung atas perilaku korban saat berpapas di lorong kelas berujung pengeroyokan terhadap korban NF, sehingga pengamanan 3 pelaku pun dilakukan untuk diminta keterangan dan tindakan lebih lanjut.

“Perlu kami sampaikan bahwa kejadian ini terjadi pada hari selasa, 25 januari 2022 sekitar jam 9, ada 3 orang siswa berada dilantai 2 di Salah satu sekolah, berada di lorong kelas. Korban inisial NF lewat, menurut 3 orang ini korban melirik/melihat. 3 orang ini tidak terima, terjadilah adu mulut dan terjadi keributan hingga pemukulan. Atas kejadian ini kami amankan 3 orang pelaku kami bawa kepolsek. kami mintai keterangan , introgasi telah kami amankan 1x 24 jam di Polsek Tarakan Barat,” terang Angestri (26/1/2022).

Mengetahui ke-3 pelaku masih dibawah umur, pihak kepolisian pun pengambil tindakan jalan mediasi dimana sebelumnya pihak kepolisian berupaya menghubungi masing-masing keluarga bersangkutan.

Adapun riwayat catatan 3 pelaku sepanjang menempuk pendidikan di sekolah tersebut dijelaskan oleh angestri, bahwa sebelumnya serangkaian pembinaan telah dilakukan dari pihak sekolah terhadap pelaku dan akan diserahkan kembali kepada pihak sekolah untuk dilakukan lagi pembinaan lebih intensif.

“Yang pasti terhadap 3 orang ini sebenarnya pernah dilakukan pembinaan sebelumnya dari pihak sekolah, keterangan pihak sekolahan, ada catatan khusus dan ini udah mungkin kali kesekian yang nantinya terhadap 3 siswa ini kami serahkan sepenuhnya untuk dilakukan pembinaan lebih intensif dari pihak sekolah,” tutup Angestri. (Putri)