UMKM Center Dirancang Jadi Sentra Jual-Beli dan Pelatihan, Diskoperindag Targetkan Mulai Dibangun 2025

Kamis, 27 November 2025 06:34 WITA
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita

NEWSNUSANTARA, TANJUNG REDEB – Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian terus mematangkan rencana pembangunan UMKM Center sebagai pusat pemasaran sekaligus pengembangan kapasitas pelaku usaha kecil. Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2025.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyampaikan bahwa UMKM Center akan dibangun di kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP), dengan luas kawasan lebih dari 4 hektare. Lokasi tersebut dinilai strategis untuk mendukung aktivitas pemasaran produk lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga  Rencana Terapkan Ganjil Genap bagi Kendaraan Di Kota Malang Dekati Realisasi
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita

Menurutnya, UMKM Center tidak sekadar difungsikan sebagai tempat pajang produk, melainkan sebagai pusat aktivitas usaha yang terintegrasi. Di dalamnya akan tersedia ruang pelatihan, area praktik, hingga fasilitas teknis yang menunjang pengembangan keterampilan pelaku UMKM.

“Konsepnya bukan hanya galeri. Di sana harus ada kelas pelatihan dan ruang praktik, termasuk untuk bidang tata busana dan kerajinan. Jadi pembinaan dan pemasaran berjalan bersamaan,” ujar Eva.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang sejak tahap awal agar seluruh kebutuhan dasar sudah tercantum dalam masterplan. Dengan demikian, meskipun pembangunan dilakukan secara bertahap, fungsi utama UMKM Center tetap dapat berjalan optimal.

Baca Juga  Perindo Siap Berikan Kejutan di Pileg 2024. Agus Uriansyah: Tak Ingin Berikan Janji tapi Bukti

“Yang terpenting semua kebutuhan sudah diakomodasi di perencanaan awal. Kalau pembangunannya bertahap, itu bisa disesuaikan, tapi konsep dasarnya tidak boleh setengah-setengah,” tegasnya.

Dengan hadirnya pusat pemasaran terpadu yang bersifat permanen ini, Diskoperindag optimistis daya saing UMKM daerah akan meningkat. Produk busana siap pakai serta kerajinan berbasis fashion dinilai memiliki potensi pasar yang besar, terutama bagi konsumen luar daerah dan wisatawan.

Baca Juga  Ribuan Barang Bukti Dimusnahkan Kejaksaan Negeri Berau

“Pembeli dari luar umumnya memilih produk yang siap langsung digunakan. Ini peluang bagi UMKM kita untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.

Keberadaan UMKM Center diharapkan tidak hanya memperkuat branding produk lokal, tetapi juga membuka akses jejaring pemasaran yang lebih luas hingga menembus pasar nasional bahkan ekspor.

Reporter: Akmal//Editor:Edi

Bagikan:
Berita Terkait