Food Estate Keerom Papua Berpotensi Menguatkan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Smart Farming dan Agritech

Senin, 10 Juli 2023 11:20 WITA
FOTO:Presiden Joko Widodo Bersama Jajaran Pejabat Kementerian Pertanian RI Usai Panen Jagung di Food Estate Keerom

NEWSNUSANATAR,Jakarta, 10 Juli 2023 – Pemerintah gencar melakukan terobosan dan inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah penting dalam upaya tersebut adalah pengembangan Food Estate Keerom di Papua, yang diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan jagung di Indonesia Timur, tetapi juga dapat meningkatkan ketahanan pangan secara keseluruhan. Penguatan ketahanan pangan ini menjadi salah satu agenda prioritas dalam rangka mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi global, konflik Rusia-Ukraina yang masih berlanjut, serta perubahan iklim yang berdampak pada produksi pangan.

FOTO:Presiden Joko Widodo Bersama Jajaran Pejabat Kementerian Pertanian RI Usai Panen Jagung di Food Estate Keerom

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati, dalam pernyataannya pada Senin, 10 Juli 2023 di Jakarta. Pekan lalu, Presiden Joko Widodo telah melaksanakan panen perdana jagung di Food Estate Keerom bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, didampingi oleh jajaran pejabat Kementerian Pertanian RI dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

Indah Megahwati menekankan komitmen pemerintah dalam mendorong penerapan teknologi dan mengadopsi konsep smart farming guna meningkatkan produksi pangan nasional. Dalam hal ini, petani dapat memanfaatkan alat dan mesin pertanian yang tersedia melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat aktivitas pertanian mereka dan mencapai hasil yang lebih baik.

“Smart farming menggabungkan teknologi digital dengan metode pertanian tradisional untuk menciptakan sistem pertanian yang efisien, produktif, dan berkelanjutan,” ungkap Indah Megahwati. Ia menjelaskan bahwa salah satu elemen kunci dalam smart farming adalah penggunaan agritech, yang mencakup berbagai teknologi dan inovasi seperti sensor tanah, drone pertanian, Internet of Things (IoT), dan analisis data.

Baca Juga  Pembangunan TPI Tanjung Batu Dimulai Bulan Mei, Anggaran Rp14 Miliar

Lebih lanjut, Indah Megahwati menjelaskan bahwa visi smart farming adalah menciptakan sistem pertanian yang cerdas dan inovatif dengan mengintegrasikan teknologi canggih guna mencapai pertanian yang berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan makanan berkualitas, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui penggunaan agritech, petani dapat memantau kondisi pertanian secara akurat, mengelola sumber daya dengan efisien, serta mengoptimalkan proses budidaya dan pemeliharaan tanaman.

Dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional, Indah Megahwati terus mengimbau petani di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan KUR dalam membeli alat dan mesin pertanian yang didukung oleh agritech. Program KUR adalah salah satu inisiatif pemerintah yang menyediakan pembiayaan dengan bunga rendah bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk petani. Melalui KUR, petani dapat mengakses alat dan mesin pertanian modern yang diperlukan untuk menerapkan konsep smart farming.

Indah Megahwati menegaskan peran penting KUR dalam mendukung implementasi smart farming dan pembelian alat dan mesin pertanian yang didukung oleh agritech. Kementerian Pertanian telah memperkuat program KUR dan berupaya meningkatkan kesadaran petani tentang manfaatnya guna memaksimalkan potensi teknologi pertanian modern.

Baca Juga  Sebelum Ditutup, Wabup Sebut Akan Ada Simulasi Lagi

Food Estate Keerom Papua menjadi fokus kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada pekan lalu. Presiden mengunjungi ladang jagung di kawasan Food Estate, tepatnya di Desa Wambes, Kecamatan Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua pada Kamis, 6 Juli 2023. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan kegembiraannya melihat kemajuan ladang tersebut yang baru pertama kali digunakan dan diolah untuk menanam jagung. Meskipun masih baru, ladang tersebut diperkirakan dapat menghasilkan panen jagung melebihi standar nasional.

“Hasil panen jagung mencapai sekitar 7 ton per hektar, sedangkan standar nasional hanya 5,6 ton per hektar. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang sangat subur, meskipun perlu manajemen air yang baik,” ungkap Presiden.

Presiden juga menyebutkan bahwa harga jual jagung di kawasan tersebut cukup tinggi, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram, melebihi harga pokok produksi (HPP). Harga tersebut diharapkan dapat memberikan keuntungan besar bagi petani.

“Keuntungan yang diperoleh petani sangat signifikan. Misalnya, jika hasil panen mencapai 7 ton per hektar dan harga jagung Rp 6 ribu per kilogram, maka pendapatan yang diperoleh per hektar mencapai Rp 42 juta. Jika memiliki 1.000 hektar, pendapatan yang diperoleh mencapai Rp 42 miliar hanya dalam waktu 3 bulan atau 100 hari,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Buka Musrenbang Kecamatan Sambaliung

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa jika produktivitas tetap tinggi, lahan jagung di Food Estate Keerom diharapkan dapat memenuhi kebutuhan jagung nasional, terutama di wilayah Indonesia Timur.

FOTO:Direktur Pembiayaan Pertanian Indah Megahwati Meninjau Ladang Jagung di Keerom Papua

“Food Estate ini nantinya dapat menjadi sumber jagung untuk Indonesia Timur. Jika produktivitasnya tinggi, masyarakat pasti akan berbondong-bondong untuk menanam jagung di sini,” tutur Presiden.

Presiden Jokowi juga menugaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menyusun sistem pengelolaan lumbung pangan. Dengan demikian, pengelolaan lumbung pangan dapat sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah. “Setelah dilakukan percobaan dan semuanya terlihat baik, seharusnya pengelolaan lumbung pangan dapat otonom dan menjadi tanggung jawab Bupati,” ujar Presiden Jokowi.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajaran pejabat Kementerian Pertanian. Dua di antaranya adalah Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil, serta Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati.

Sebagai bagian dari kunjungan kerja bersama Menteri Pertanian dan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian di Papua, Direktorat Pembiayaan Pertanian juga menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian kepada masyarakat di Papua pada tanggal 4 Juli 2023, sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada petani dalam pengembangan sektor pertanian.

Dengan upaya penguatan melalui smart farming dan agritech serta pengembangan Food Estate Keerom Papua, diharapkan ketahanan pangan nasional semakin terjaga dan produksi pangan meningkat secara signifikan, sehingga dapat menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim yang terus berlangsung.(*/)

Sumber:Rilis//Editor:Edy

Bagikan:
Berita Terkait