NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mendorong percepatan gerakan penanaman pohon sebagai upaya konkret reboisasi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyebut gerakan ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan dan warisan masa depan yang lebih baik.
“Saya sudah koordinasikan dengan Disdik dan DLHK terkait penanaman pohon, itu sangat bermanfaat untuk kita,” ujarnya.

Gerakan ini, menurutnya, penting untuk mengurangi erosi serta memperbaiki dampak dari kegiatan eksploitasi alam, termasuk aktivitas tambang ilegal yang sempat terjadi di beberapa wilayah.
“Sempat terjadinya illegal mining, kami terkesan membiarkan, padahal kami tidak punya kewenangan,” ungkapnya.
Meski kewenangan penindakan terbatas, Pemerintah Kabupaten Berau tetap mengambil peran dengan mendorong upaya reboisasi.
Salah satu bentuk nyatanya adalah menggalakkan program Satu Orang Satu Pohon, yang dimulai dari lingkup sekolah dasar hingga menengah.
“Saya sudah koordinasikan ke OPD untuk sesegera mungkin dimulai, dari SD, SMP, kalau bisa juga SMA,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan harapannya agar budaya memberi kado di sekolah, diganti dengan pohon atau bibit tanaman, ketimbang karangan bunga yang berujung menjadi sampah.
“Saya juga lebih senang diberi kado bunga dan pohon, lebih baik daripada karangan bunga,” katanya.
Ia menilai penanaman pohon memberikan dampak nyata bagi masa depan lingkungan dan jauh lebih bermakna secara ekologis.
Langkah ini juga merupakan bagian dari edukasi lingkungan sejak dini bagi para pelajar. Selain itu, program ini diharapkan bisa menciptakan kesadaran kolektif di kalangan masyarakat, tentang pentingnya kelestarian alam.
Pemerintah daerah akan terus memfasilitasi penyediaan bibit serta melakukan pemantauan terhadap pohon-pohon yang ditanam.
“Kalau kita menanam satu orang satu pohon, itu akan memberikan dampak terbaik untuk masa depan lingkungan kita,” tutupnya.
(MRK/ADV)





