Berau Gerak Cepat: Edukasi dan Pengawasan Diperkuat untuk Cegah TPPO

Senin, 17 November 2025 11:27 WITA
Pertemuan koordinasi lintas sektor digelar di Ruang Rapat Hotel Bumi Segah, Senin (17/11/2025). IST

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB-Upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), pertemuan koordinasi lintas sektor digelar di Ruang Rapat Hotel Bumi Segah, Senin (17/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama para camat dari seluruh kecamatan di Kabupaten Berau. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menekan risiko perdagangan orang yang kini kian marak dengan berbagai modus.

Baca Juga  Melalui Kegiatan Gelar Gebyar PKL Basinang, Harapkan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas (IST)

Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih menyoroti meningkatnya ancaman TPPO di Indonesia, terutama melalui cara-cara baru yang menyasar masyarakat awam.
“Modusnya semakin beragam, mulai dari tawaran pekerjaan fiktif hingga bujuk rayu melalui media digital. Hal inilah yang membuat banyak masyarakat mudah terbawa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kelompok yang paling rawan menjadi korban adalah mereka yang memiliki latar belakang ekonomi lemah dan akses pendidikan terbatas.

Baca Juga  Camat Kota Kisaran Timur Membuka Pelaksanaan MTQ dan FSQ Tingkat Kelurahan Lestari Tahun 2025

Sri Juniarsih meminta seluruh perangkat daerah lebih aktif memberikan edukasi, pendampingan, serta layanan terpadu kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan agar warga tidak mudah tertipu iklan lowongan kerja tidak resmi yang menjanjikan gaji besar atau fasilitas berlebihan.

Tak hanya itu, Bupati Berau mendorong adanya pengawasan ketat terhadap proses rekrutmen tenaga kerja oleh agen atau perusahaan, khususnya di sektor perikanan, perkebunan kelapa sawit, dan industri ekstraktif.
“Pengawasan di pintu-pintu masuk daerah seperti bandara, pelabuhan, dan jalur darat harus diperkuat agar tidak memberi celah bagi praktik perdagangan orang,” tegasnya.

Baca Juga  Kejari Pantau Dua OPD yang Buat PAD Merugi, Dewan Ingatkan Kasus Ini Jadi Peringatan!

Ia juga menekankan pentingnya memberikan perlindungan khusus terhadap anak, mengingat kasus perdagangan dan eksploitasi anak masih cukup tinggi secara nasional.

Menutup arahannya, Sri Juniarsih meminta seluruh perangkat daerah, aparat keamanan, dan penegak hukum untuk terus memperkuat koordinasi.
“Pencegahan TPPO adalah tugas kita bersama. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa menghadirkan lingkungan yang aman bagi seluruh masyarakat Berau,” tandasnya.(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait