Berau Butuh Alat Pendeteksi Gelombang

Senin, 5 Januari 2026 04:11 WITA
‎Kepala BMKG Berau Ade Heriyadi

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Kepala Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Ade Heriyadi, meminta adanya alat pendeteksi bencana alam khususnya tsunami di wilayah pesisir Berau. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

‎Kepala BMKG Berau, Ade Heriyadi, menjelaskan bahwa saat ini BMKG hanya dapat memberikan informasi perkiraan tinggi gelombang dan kecepatan angin maksimal untuk tujuh hari ke depan.

‎“Kalau lebih dari itu, kami hanya bisa memberikan gambaran klimatologis, berupa data rata-rata kondisi iklim seperti tinggi gelombang dan kecepatan angin,” ujarnya. Senin (5/1/2026) saat ditemui di Bandara Kalimarau.

Baca Juga  Bupati Sri Juniarsih: Guru Adalah Agen Peradaban, Kunci Peningkatan SDM Berau
‎Kepala BMKG Berau Ade Heriyadi



‎Menurut Ade, alat observasi laut berupa pengukur level air laut, arus, dan kondisi perairan sudah sangat dibutuhkan di Berau. Dengan adanya alat tersebut, BMKG dapat menyampaikan informasi kondisi laut secara real time kepada para pengguna, mulai dari nelayan, operator kapal, hingga wisatawan.

‎Ia menyebutkan, saat ini alat pengamatan milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah terpasang di Pelabuhan Tanjung Batu. Ke depan, BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau berencana bersinergi untuk menambah titik pengamatan di wilayah lain, termasuk Pulau Maratua.

‎“Mudah-mudahan ke depan kita bisa menambah alat pengukur level air laut di beberapa titik, seperti di Maratua, supaya data yang kita peroleh semakin rapat dan akurat,” jelasnya.

‎Terkait rencana pemasangan alat baru, Ade berharap dapat terealisasi pada tahun ini, meskipun masih sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dan kesiapan lokasi dari pemerintah daerah.

‎“Kalau tempatnya sudah tersedia dan anggaran memungkinkan, alat bisa segera dipasang, tapi kalau anggaran belum tersedia, tentu bisa diundur ke periode berikutnya karena pengadaan alat ini berasal dari pusat,” tambahnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa alat yang direncanakan dipasang nantinya memiliki spesifikasi serupa dengan alat yang sudah terpasang di Tanjung Batu, termasuk kemungkinan pemasangan Automatic Weather Station (AWS) maritim yang dinilai sangat ideal untuk mendukung pengamatan cuaca di perairan.

‎Reporter : Akmal | Editor :Edi

Bagikan:
Berita Terkait