Dewan Soroti Sistem PPDB Zonasi yang Kerap Menimbulkan Pro-Kontra

Jumat, 19 Juli 2024 03:55 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) baru-baru ini menjadi perhatian Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah.

Sebab dalam pelaksanaannya banyak menimbulkan pro-kontra. Yang kerap menjadi keluhan warga adalah persoalan jarak rumah siswa ke sekolah. Terkadang para siswa sering terlempar jauh dari sekolah yang semula ia daftar.

Baca Juga  Wakil Bupati Kunjungi Negara Seychelles Tindaklanjut Kerja Sama Pengembangan Maratua

Padahal, jika dari sistem zonasi, maka wilayah yang paling dekat adalah yang mendapat prioritas terlebih dulu. Jika persoalan ini terus berlanjut hingga tahun ajaran baru, maka DPRD menginginkan adanya evaluasi mengenai sistem zonasi tersebut.

“Hal ini dilakukan untuk meminimalisir keluhan terkait sistem PPDB ini di kemudian hari,” ungkap politisi yang kerap disapa Sari itu.

Baca Juga  Menjelang Acara Puncak 1 Abad NU, Pangdam Brawijaya Minta Semua Pihak Bersinergi

Dalam evaluasi nantinya, kata Syarifatul perlu dilakukan pemetaan lokasi SMA yang selanjutnya disesuaikan dengan jumlah anak yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Ini perlu dikaji mendalam sebab, Sari tidak ingin ada anak yang sampai putus sekolah akibat terlempar ke sekolah lain yang jarak tempuhnya jauh dari tempat tinggalnya.

Baca Juga  “Bupati Berau Semprot 10 OPD Mangkir, Serapan Anggaran Diminta Beri Manfaat Nyata”

“Kami dari DPRD sendiri akan membahas hal ini sesuai dengan komisi yang membidangi. Jika perlu di bicarakan ke Pemerintah Pusat maka kami akan perjuangkan,” tandasnya.

Reporter: Miko Gusti

Bagikan:
Berita Terkait