NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kejadian ini terjadi di wilayah Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.
Kebakaran tersebut berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (20/5) pukul 11.30 WITA. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, TNI-Polri, dan masyarakat bekerja keras untuk memadamkan api dengan menggunakan mobil pemadam. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 02.00 WITA dini hari tadi, Senin (22/5/2023).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Novian Hidayat, menyatakan bahwa sekitar 4 hektar lahan terbakar akibat kejadian ini. Kebakaran juga menimbulkan kerugian bagi warga, karena api merambat dan membakar area perkebunan kelapa sawit dan buah-buahan milik warga setempat.
Berdasarkan data BPBD Berau, tahun ini sudah terjadi lima kali kebakaran hutan dan lahan di dua wilayah kecamatan, yaitu di Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, dan Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan. Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 11 hektar.
Karhutla ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang terjadi selama sepekan terakhir. Warga juga diimbau agar tetap waspada dan tidak membuang puntung rokok di area hutan dan perkebunan, serta menghindari membakar lahan untuk perluasan kebun. Petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus berjaga di titik lokasi yang rentan terjadi Karhutla.
Novian Hidayat, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, menyampaikan, “Pada tanggal 20 hari Sabtu siang jam 11.30, terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Pulau Derawan, Desa Tanjung Batu. Area yang terbakar kurang lebih empat hektar. Pemicu utama kebakaran ini adalah cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang sangat drastis, yaitu cuaca panas. Terdapat kerugian pada lahan perkebunan warga, seperti kebun kelapa sawit dan perkebunan buah-buahan. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun kebakaran pada permukiman. Kami mengimbau kepada warga agar tetap waspada, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan tidak sembarangan membuang puntung rokok di hutan maupun di pinggir jalan. Selama tahun ini, sudah terjadi lima kali kebakaran hutan dan lahan dengan luas lahan yang terbakar sekitar 11 hektar.”pungkasnya.(MK)






