“Gang Jeruk, Berau: Dilakukan Karantina Wilayah dan Penambahan Kasus Covid-19 Setiap Harinya”

BAHAS : Pemkab Berau melakukan rapat pembahasan terkait penanganan yang akan dilakukan di Gang Jeruk.
FOTO:BAHAS : Pemkab Berau melakukan rapat pembahasan terkait penanganan yang akan dilakukan di Gang Jeruk.

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU– Menyikapi kondisi terkini di Gang Jeruk Kelurahan Bedungun Pemerintah Kabupaten Berau langsung mengambil sikap. Dari hasil rapat terbatas yang dipimpin oleh Asisten I Setda Berau, Datu Kesuma, Kamis (27/8) siang, akan dilakukan karantina wilayah di Gang Jeruk dengan membatasi akses keluar dan masuk.

Dalam karantina wilayah ini, segala aktivitas yang ada di sana akan dihentikan sementara hingga 10 hari kedepan. Pemerintah pun saat ini sedang melakukan pendataan jumlah kepala keluarga yang ada di sana. Yang akan diteruskan dalam pemberian bantuan logistik makanan dan minuman selama karantina wilayah dilaksanakan.

Datu Kesuma menyampaikan, keputusan ini diambil karena kondisi yang terjadi sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan di sana telah menjadi sumber transmisi lokal. Dan dari hasil tracking yang dilakukan Dinas Kesehatan terjadi penambahan kasus setiap harinya. “Hari ini saja sudah terjadi penambahan 13 pasien positif yang sumbernya dari Gang Jeruk,” ungkapnya.

Datu Kesuma juga menambahkan, jika jumlah pasien ini semakin bertambah maka dikhawatirkan penanganan di rumah sakit tidak akan bisa dilakukan maksimal. Mengingat ruangan yang serta fasilitasnya terbatas. “Kalau sudah dilakukan karantina wilayah di sana akan ada penjagaan. Sehingga aktivitas lebih terbatas. Dan akan disusun poin penting apa saja yang harus dilakukan masyarakat di sana,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menyampaikan saat ini pihaknya masih terus melakukan pelacakan terhadap masyarakat yang kontak erat dengan pasien dari Gang Jeruk. Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang merasakan gejala untuk segera melaporkan diri. Sehingga Dinkes cepat mengambil langkah yang tepat. “Di Gang Jeruk itu pun sekaligus tempat isolasi nantinya. Jadi tidak perlu ke rumah sakit jika gejala ringan hingga 10 hari kedepan. Tinggal pemerintah menyuplai makanan dan minuman saja. Kondisi ini harus dianggap serius karena sudah terjadi transmisi lokal, bahkan ada yang telah melakukan perjalanan ke kecamatan lain,” pungkasnya. (ILH)