Merasa Bersalah Pukuli Istri, Irwan Gantung Diri

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB- Diduga karena merasa bersalah usai melakukan kekerasan fisik kepada istrinya, Irwan (35) warga RT 05 Kampung Tunggal Bumi, Kecamatan Talisayan akhiri hidupnya dengan gantung diri. Itu terjadi pada Selasa (16/8) lalu.

Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi mengatakan, sebelum menghabisi nyawanya sendiri, Irwan sempat memukuli istrinya, sehingga membuat istrinya pergi ke rumah tetangganya a pada Minggu (14/8) lalu.

“Dugaan sementara, Irwan bunuh diri lantaran merasa sangat bersalah karena memukuli istrinya,” ungkapnya.

Diterangkannya, berdasarkan informasi yang didapat, pada Minggu (14/8) lalu, tepatnya sekira 23.30 Wita, Irwan pulang dari rumah temannya. Sampai di rumah, Irwan mengetuk pintu, yang sudah ditutup rapat oleh istrinya. Saat itu juga, posisi istrinya sudah tidur bersama anaknya.

Setelah cukup lama mengetuk, istrinya kemudian bangun dan membukakan pintu. Irwan yang emosi karena lama dibukakan pintu rumah, langsung memukul istrinya. Tidak terima dengan perlakuan kasar itu, istrinya kemudian langsung meninggalkan rumah bersama anaknya ke rumah tetangganya.

“Pada hari Senin (15/8) lalu, Irwan sempat mendatangi anaknya dan memeluknya, dan kembali pulang ke rumah. Tidak ada pernyataan apapun yang disampaikan saat itu. Termasuk keinginan untuk bunuh diri,” katanya.

Diketahuinya Irwan bunuh diri, itu setelah istrinya pulang ke rumah untuk mengambil pakaian. Ketika datang, pintu rumah dalam kondisi terkunci, kemudian dibuka dengan cara mencongkelnya menggunakan pisau.

Setelah berhasil masuk rumah, istrinya kemudian mendapati suaminya sudah tergantung di tiang dapur, dengan menggunakan tali nilon. Karena kaget, istrinya kemudian berteriak histeris, dan meminta pertolongan ke warga sekitar.

“Warga di sana juga menghubungi aparat kepolisian. Namun, saat itu kondisi Irwan sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Untuk menghindari hal serupa, Suradi berpesan kepada masyarakat Berau, untuk lebih berfikir positif dan tidak mengedepankan emosi ketika menghadapi masalah dalam rumah tangga, maupun masalah lainnya.

“Tetap hadapi dengan tenang. Kita tidak ingin hal ini kembali terjadi lagi,” pungkasnya. (/)