Pemkab Berau dan YKAN Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan 2025–2030

Senin, 13 Oktober 2025 02:52 WITA

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), yang akan berjalan untuk periode 2025–2030.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Hotel Mercure, Senin (13/10/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih, bersama Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, dan Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, saat penandatangan kerja sama di Hotel Mercure, Senin(13/10/2025). (Prokopim)

Dalam sambutannya, Sri Juniarsih menyampaikan bahwa Kabupaten Berau memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir. Menurutnya, kekayaan tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana agar dapat memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyadari, sumber daya alam Kabupaten Berau sungguh luar biasa. Dari hulu ke hilir, semuanya adalah anugerah besar yang harus kita jaga dan manfaatkan secara bijaksana untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan YKAN menjadi langkah konkret dan strategis dalam memperkuat upaya konservasi sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di tingkat daerah.

“Dengan dukungan berbagai pihak, terutama YKAN sebagai mitra aktif pemerintah daerah, saya optimistis kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat Berau,” tambahnya.

Bupati juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian alam. Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan lingkungan hidup.

“Kemajuan ekonomi jangan sampai mengorbankan kelestarian lingkungan. Sebaliknya, konservasi lingkungan harus mampu menumbuhkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Sri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menjadi mitra Pemkab Berau sejak 2002, atau sekitar 23 tahun. Selama ini, YKAN berperan dalam penguatan kapasitas masyarakat, pendampingan kebijakan pemerintah, serta memfasilitasi kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sumber daya alam yang efektif.

“Upaya konservasi yang kami dorong harus mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat,” jelas Herlina.

Sinergi antara Pemkab Berau dan YKAN telah menghasilkan berbagai capaian konkret dalam lima tahun terakhir. Program kolaborasi telah menjangkau 77 kampung dan dua kelurahan dengan dukungan dana sebesar Rp390 juta per kampung, atau total sekitar Rp30,8 miliar.

Baca Juga  Pastikan Tidak Ada Pungutan Apapun

Sebanyak 15 kelompok masyarakat penerima manfaat juga mendapatkan bantuan Rp50–70 juta untuk kegiatan berbasis lingkungan dan penurunan emisi. Selain itu, 31 kelompok masyarakat telah memperoleh hak kelola perhutanan sosial dengan total area mencapai 1.600 hektare.

YKAN juga aktif mengembangkan ekonomi hijau berbasis komunitas melalui program Akademi Kampung Sigap dan pemberdayaan UMKM ramah lingkungan. Berbagai produk lokal unggulan seperti coklat batangan, amplang, terasi, udang kering, kerajinan rotan, dan batik mangrove kini telah berhasil dipasarkan melalui platform digital dan gerai di Tanjung Redeb.

Baca Juga  Gelar Workshop Jurnalistik, Bupati Berau Sri Juniarsih Harapkan Kompetensi SDM Jurnalis Berau Bertambah

Kerja sama ini turut melahirkan langkah strategis di sektor kelautan, termasuk pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di kawasan pesisir dan Kepulauan Derawan guna memperkuat pengelolaan kawasan konservasi laut.

Selain itu, program restorasi hidrologi mangrove dan akuakultur berkelanjutan juga dilakukan sebagai bentuk pemulihan ekosistem pesisir yang terdampak aktivitas tambang.

Baca Juga  Maraknya Judi Togel (toto gelap) di Kota Injil Manokwari

Kolaborasi Pemkab Berau dan YKAN ini diharapkan menjadi model pengelolaan sumber daya alam yang seimbang, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai daerah pelopor pembangunan hijau di Kalimantan Timur.

(/Adv)*

Bagikan:
Berita Terkait