Pemkab Berau Kembali Gelar Festival Literasi 2025, Bupati Ajak Pelajar Perkuat Budaya Membaca dan Menulis

Senin, 24 November 2025 07:17 WITA
Bupati Berau Sri Juniarsih

NEWSNUSANTARA,-TANJUNG REDEB – Upaya menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan peserta didik kembali diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Berau bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Berau melalui pelaksanaan Festival Literasi dan Unjuk Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi agenda rutin dalam pembangunan kualitas pendidikan di daerah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menekankan bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga membangun pola pikir kritis, kreatif, dan berkarakter. Ia mengajak pelajar serta masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada mutu sumber daya manusianya. Dengan kebiasaan membaca dan menulis, generasi muda akan memiliki wawasan luas dan daya saing yang kuat di masa depan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan, Senin (24/11/2024).

Baca Juga  Wabup Ajak Masyarakat Doa Bersama Hadapi Pandemi

Dalam kesempatan yang sama, bupati juga memberikan penghargaan atas prestasi sejumlah perpustakaan sekolah di Berau yang sukses bersaing di tingkat provinsi. Di antaranya, Perpustakaan SDIT Madani yang meraih Juara I Anugerah Literasi Kalimantan Timur serta Perpustakaan Surung Barintak SMPN 3 Tanjung Redeb yang berhasil menyabet Juara II lomba perpustakaan sekolah tingkat provinsi.

Bupati Berau Sri Juniarsih

Prestasi tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan program literasi. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan melalui berbagai program peningkatan mutu, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Baca Juga  Apel Gabungan Digelar, TNI-Polri Siap Amankan Kunjungan Ibu Wakil Presiden RI ke IKN

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengungkapkan bahwa Festival Literasi 2025 merupakan pelaksanaan kedua setelah kegiatan serupa sebelumnya berhasil menghimpun ribuan karya dari pelajar.

“Pada pelaksanaan pertama, sekitar 3.000 karya berhasil dikumpulkan. Tahun ini memang kami kemas lebih sederhana, namun tetap menyuguhkan ratusan karya dari berbagai jenjang pendidikan,” terangnya.

Dalam festival tahun ini, enam jenis lomba dipertandingkan, yakni pantun, puisi, cerpen, komik, poster, dan naskah drama. Selain kategori perorangan, panitia juga membuka lima kategori lomba kelompok serta menampilkan pameran karya unggulan siswa SD dan SMP.

Mardiatul menambahkan, pihaknya menargetkan agar karya-karya terbaik pelajar dan guru tidak hanya berhenti pada lomba, tetapi dapat diterbitkan dan didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh kecamatan. Dengan begitu, semangat menulis dapat tumbuh secara merata di Bumi Batiwakkal.

Baca Juga  Bupati Minta Gotong Royong Bersih Lingkungan jadi Agenda Rutin Secara Berkala

“Kami ingin membiasakan anak-anak menuangkan gagasan melalui tulisan. Dari sanalah kreativitas, keberanian berpikir, dan karakter mereka terbentuk,” pungkasnya. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait