Pemkab Berau Perkuat Mitigasi Bencana Usai Gempa Besar di Filipina

Rabu, 10 Juni 2026 04:26 WITA
Wakil Bupati Berau Gamalis

NEWSNUSNATARA,BERAU -Pemerintah Kabupaten Berau mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, agar tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Filipina pada Senin (8/6/2026).

Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengajak warga tetap beraktivitas seperti biasa sambil terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Yang terpenting masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas sehari-hari silakan tetap berjalan sambil memantau informasi resmi dari BMKG,” ujarnya.

Baca Juga  Simulasi Dilakukan, Bupati Berau Sebut Masih Ada Evaluasi

Selain mengingatkan masyarakat, Gamalis juga meminta pemerintah kecamatan hingga pemerintah kampung di kawasan pesisir lebih aktif melakukan langkah mitigasi. Sosialisasi mengenai potensi bencana dinilai perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami prosedur penyelamatan apabila terjadi kondisi darurat.

Menurutnya, meskipun BMKG telah mencabut peringatan dini tsunami, kesiapsiagaan tetap harus menjadi perhatian seluruh pihak.

Ia juga menekankan pentingnya keberadaan jalur evakuasi yang mudah diakses dan dipahami masyarakat. Pemerintah kampung diminta memasang penunjuk arah menuju lokasi evakuasi serta memberikan edukasi secara berkala mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi ancaman tsunami.

Baca Juga  Anggaran Mampu, Pemkab Harus Realisasikan Usulan Prioritas di Musrenbang

“Jalur evakuasi harus jelas dan mudah dipahami masyarakat sehingga apabila sewaktu-waktu diperlukan, warga sudah mengetahui ke mana harus menyelamatkan diri,” katanya.

Sebelumnya, BMKG mengakhiri status peringatan dini tsunami setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi laut telah kembali normal. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah selatan Filipina sempat memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur.

Baca Juga  Polres Berau Amankan 2 Tersangka Kasus Tambang Ilegal

Peristiwa tersebut juga dilaporkan menyebabkan kerusakan bangunan di Kota General Santos, Filipina. Sementara di Indonesia, dampak guncangan dirasakan di beberapa daerah, terutama kawasan Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Gamalis memastikan Pemerintah Kabupaten Berau terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan maupun potensi bencana lainnya.

“Kami akan terus memantau informasi terbaru dan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar sehingga tidak menimbulkan kepanikan,” pungkasnya.(ADV)

Reporter:Martha I Editor : Hendra

Bagikan:
Berita Terkait