SKI Berau Berada di Angka 21 Persen, Pemkab Optimis Turunkan Kasus Stunting di 2024

Suasana rapat secara virtual konsolidasi intervensi pencegahan stunting se-Indonesia

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Angka persentase kasus stunting di Berau tahun 2023 lalu mencapai 20,6 persen. Itu menunjukkan tren kasus yang masih tinggi. Pemkab berupa agar di tahun 2024 ini angka kasus dapat ditekan secara efektif dengan kerjasama berbagai stakeholder.

Baru-baru ini, pembahasan mengenai upaya pencegahan kenaikan kasus disampaikan dalam rapat secara virtual konsolidasi intervensi pencegahan stunting yang dihadiri seluruh pejabat se-Indonesia tak terkecuali Berau yang dipimpin oleh Wakil Bupati Berau Gamalis, Senin (20/5/2024) di ruang rapat Bapelitbang.

Dari hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) oleh Kemenkes Kabupaten Berau berada di angka 23 persen. Yang berarti menunjukkan tren positif dalam intervensi pencegahan yang dilakukan oleh Pemkab Berau. Bersama dengan Kabupaten/kota lain di regional dua bersama Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Jawa Timur untuk bekerja sama lakukan penanganan stunting.

“Rapat konsolidasi ini berlangsung dua hari dan akan membahas point penting. Dan hasil dari SKI kita hari ini 23 persen dan tidak hanya di Kabupaten Berau namun seluruh indonesia persentase yang sama,” tutur Wabup.

Terperinci, Satuan Tugas (Satgas)  Percepatan Penurunan Stunting BKKBN Kabupaten Berau Muhammad Sukriyadi menjelaskan, SKI yang disampaikan Kemenkas dapat menjadi acuan nasional mengetahui jumlah keseluruhan penyakit yang terjadi pada suatu waktu.

“Tolak ukurnya, melalui laporan berbasis Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPBGM),” katanya.

Dirinya menyebut, penilaian SKI di Berau mengalami kenaikan 1,4 persen, yang diukur sejak tahun 2022. Atau dari 21,6 menjadi 23 persen. Sehingga, menurut Sukriyadi program 10 Pasti pemerintah pusat perlu diterapkan lebih intens dalam strategi penekanan angka stunting.

Dicanangkannya program tersebut antara lain untuk memperbaiki pelayanan tingkat kehadiran masyarakat ke Posyandu yang dinilai masih rendah.

“Tentang bagaimana pelayanan di Posyandu bisa mencapai 90 sampai 100 persen kehadirannya. Karena tingkat kehadiran pemeriksaan cegah stunting baru mencapai kurang lebih 40 persen,” tandasnya.

Reporter: Miko Gusti