Tingkatkan Nilai Maturitas, Pemkab Berau Gelar Sosialisasi

Kamis, 11 Agustus 2022 02:23 WITA

NEWSNUSANTARA.COM.TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau mrnggelar sosialisasi tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dan Manajemen Risiko, yang mana dalam kegiatan itu tidak hanya menghadirkan narasumber dari Inspektorat Kabupaten Berau saja. Melainkan juga mendatangkan perwakilan dari BPKP Kaltim, pada Selasa (9/8/2022).

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri seluruh OPD dilingkungan Kabupaten Berau itu, dibuka oleh Bupati Berau, Sri juniarsih.

Dalam sambutannya, Sri Juniarsih, mengatakan, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan penguatan dilingkungan pemerintah kabupaten Berau. Terutama dalam meningkatkan level maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten Berau.

Dijelaskannya, SPIP yang harus dilakukan pimpinan dan seluruh ppegawai dilingkungan OPD masing-masing,ntuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien. Serta keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Baca Juga  Fraksi Demokrat, dukung tambahan ADK 46 M di ABT, dan APBD 2023 160 M ADK plus 30 M dana RT.

“Sistem pengendalian intern yang baik adalah sistem pengendalian intern yang dapat mendukung pencapain tujuan organisasi,” katanya.

Lebih lanjut, proksinya kata dia, dapat dilihat dari dua hal. Pertama dari aspek desain pengendalian intern dan kedua dari aspek penerapannya. Melalui sosialisasi ini juga kata dia, agar semua dapat berfikir secara sistem di mana semua sudah disesuaikan dengan peraturan yang ada.

Baca Juga  Bupati Ajak Masyarakat Mendoakan Pandemi Cepat Berlalu

“Manajemen itu tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga orang lain,” katanya.

Keberhasilan SPIP terintegrasi kata dia, juga membutuhkan APIP yang memfasilitasi penerapan manajemen risiko, termasuk atas risiko-risiko Fraud (korupsi) dan melakukan pengawasan pada area-area yang berisiko tinggi melalui pengawasan intern berbasis risiko (PIBR).

Untuk itu diperlukan komitmen dan integritas dari semua pihak agar SPIP terintegrasi manajemen risiko dapat terlaksana tanpa kesungguhan maka SPIP dan manajemen risiko hanya sebatas sosialisasi saja.

Sri Juniarsih berharap, melalui sosialisasi ini, menghasilkan kesamaan persepsi dan pemahaman sehingga pengendalian intern diperangkat daerah masing-masing lebih baik.

Baca Juga  Dua Kampung di Berau Jadi Percontohan DRPPA

“Dan harapannya, Kabupaten Berau terus meningkatkan nilai maturitas serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” pungkasnya. (/)

Bagikan:
Berita Terkait