Puncak Rejeki Dorong Wisata Minat Khusus dan Perputaran Ekonomi Kampung Panaan

Selasa, 3 Februari 2026 05:42 WITA

NEWSNUSANTARA, KELAY – Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, mulai memetik peluang dari sektor pariwisata berbasis alam. Melalui destinasi pendakian Puncak Rejeki, masyarakat setempat menghadirkan alternatif wisata minat khusus yang mengandalkan keunikan bentang alam karst Sangkulirang–Mangkalihat.

Destinasi ini menyasar wisatawan pencinta petualangan yang ingin menikmati lanskap karst dari sudut pandang berbeda. Dari puncak setinggi sekitar 420 meter di atas permukaan laut, pengunjung dapat menyaksikan perbukitan hijau, tebing karst yang menjulang, serta kabut tipis yang kerap menyelimuti kawasan pada waktu tertentu.

Baca Juga  Turunkan 531 Personel Jaga Keamanan Nataru
Dari ketinggian sekitar 420 mdpl, Puncak Rejeki di Kampung Panaan menyuguhkan panorama perbukitan karst dan kabut tipis. Wisata alam ini dikelola masyarakat sebagai upaya menggerakkan ekonomi desa.

Kepala Kampung Panaan, Aliansyah, mengatakan Puncak Rejeki diresmikan oleh Dinas Pariwisata Berau pada Kamis (30/1/2026), setelah melalui proses persiapan yang melibatkan warga kampung.

“Wisata ini kami siapkan bersama masyarakat sejak lama. Tujuannya bukan hanya membuka destinasi baru, tetapi juga memberi ruang ekonomi bagi warga Kampung Panaan,” ujar Aliansyah saat dikonfirmasi melalui via telephone.

Ia menegaskan, seluruh pengelolaan kawasan wisata diserahkan kepada kelompok masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Mulai dari pemandu, pengelolaan jalur, sampai pelayanan wisatawan, semuanya melibatkan warga lokal,” tambahnya.

Baca Juga  Sumadi Minta Sekolah Aktif Pantau Perilaku Siswa untuk Cegah Penyimpangan
Wisatawan menikmati panorama karst di Puncak Rejeki, Kampung Panaan, Kelay. Dari ketinggian sekitar 420 mdpl, destinasi ini menawarkan pemandangan alam sekaligus menjadi sumber ekonomi baru bagi warga setempat.

Ketua Pokdarwis Kampung Panaan, Aril, menjelaskan bahwa pengembangan Puncak Rejeki diarahkan sebagai wisata alam berbasis ekowisata dan petualangan. Saat ini, pihaknya telah menyiapkan 16 pemandu lokal untuk mendampingi wisatawan.

“Pendakian menuju puncak ditempuh sekitar tiga jam. Jalurnya kami sesuaikan agar aman dan tetap menjaga kelestarian alam,” kata Aril.

Selain jalur pendakian, pengelola juga menyediakan area camping dan perlengkapan tenda. Menurut Aril, fasilitas tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama.

“Kalau pengunjung bisa menginap, tentu dampaknya akan lebih terasa bagi ekonomi warga, baik dari jasa pemandu maupun kebutuhan logistik,” ujarnya.

Baca Juga  Kehadiran Bupati Asahan di Rakor Ekonomi Makro Sumut Jadi Komitmen Konkret Pembangunan Daerah

Secara geografis, Puncak Rejeki berada tepat di depan Kampung Panaan dan berdekatan dengan Gunung Buntung. Akses menuju lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dari Tanjung Redeb sekitar tiga jam. Perbaikan infrastruktur, termasuk jembatan Mapulu, dinilai turut mempermudah akses ke kawasan Kelay yang juga menjadi jalur penghubung menuju Wahau.

Pengunjung berfoto di Puncak Rejeki, Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, dengan latar panorama perbukitan karst dan kabut tipis dari ketinggian sekitar 420 mdpl.

“Dengan konsep wisata alam berbasis masyarakat, Puncak Rejeki diharapkan menjadi destinasi unggulan baru sekaligus penggerak ekonomi desa di wilayah hulu Berau,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Edi

Bagikan:
Berita Terkait