Indeks Risiko Banjir di Berau Masih Tinggi, Bupati Minta Kesiapsiagaan Seluruh Pihak

Selasa, 29 Juli 2025 05:25 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau melakukan antisipasi kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana banjir. Dimulai dengan penyusunan dokumen rencana kontingensi dan sinergi.

Kontingensi adalah suatu keadaan atau peristiwa yang mungkin terjadi di masa depan, tetapi tidak pasti akan terjadi. Digelar di ruang rapat kantor bupati, Selasa (29/7/2025).

Dalam pemaparannya, Kepala Pelaksana BPBD, Masyhadi Muhdi menyebut, jika kondisi iklim dan wilayah masing-masing tempat di Berau memang beragam. Ditambah jaringan sungai yang luas, yakni Kelay dan Segah. Sangat memungkinkan banjir terjadi akibat luapan sungai dan minimnya daerah resapan air.

Baca Juga  RATUSAN MASYRAKAT DUDUKKI TAMBANG BATU BARA.

“Sehingga kawasan Berau sangat berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir,” katanya.

Berdasarkan dokumen kajian risiko bencana Kabupaten Berau 2024, bahwasanya banjir merupakan bencana yang kemungkinan dapat terjadi dibanding lainnya.

Faktor penyebabnya, yakni intensitas curah hujan yang tinggi dan tidak menentu akibat perubahan iklim, berkurangnya daya dukung lingkungan karena alihfungsi lahan serta keterbatasan kapasitas infrastruktur. Terhadap pengendalian banjir.

“Indeks risiko banjir di tahun lalu berada di angka 148,64 poin, angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya 173,74. Poin ini yang akan terus kita turunkan sehingga masuk dalam kategori sedang, kita target dalam satu hingga dua tahun mendatang,” jelasnya.

Baca Juga  Pemda Minta Dua Hari Lagi Seluruh Jalur Transportasi Ditutup Selama 14 Hari

Menyikapi pemaparan tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, jika bencana alam merupakan tanggungjawab bersama. Sehingga perlu adanya simulasi, koordinasi terpadu dan alokasi sumber daya manusia yang memadai.

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Banjir menjelaskan bahwa, pemerintah daerah mempunyai tanggungjawab dalam penyelenggaran penanggulangan bencana.

“Untuk itu saya sangat berharap dan berpesan kepada segenap jajaran BPBD agar menjadi motor penggerak kolaborasi ini,” katanya.

Baca Juga  DPRD Balikpapan Gelar RDP Tanggapi Kelangkaan dan Kenaikan Harga Gas LPG 3 Kg

Sri menegaskan, potensi ancaman bencana yang mempengaruhi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat harus segera disikapi dengan aksi nyata. Termasuk perencanaan yang dipadukan dengan upaya penanganan dan pengurangan risiko serta tanggungjawab semua pihak.

“Dana CSR perusahaan saya harapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam penangulangan banjir, pertemuan pada hari ini saya rasa bisa meningkatkan koordinasi dan kolaborasi pihak terkait untuk siap melakukan aksi tanggap banjir,” tandasnya.

(MRK/ADV)

Bagikan:
Berita Terkait