Pacu Hilirisasi Kakao Menuju Pasar Ekspor

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Potensi perkebunan di Kabupaten Berau masih cukup tinggi untuk dikembangkan lebih luas lagi. Potensi ini pun dilihat Pemkab Berau untuk dimaksimalkan lagi dengan dimasukan dalam misi kedua rancangan awal RPJMD Kabupaten Berau tahun 2021-2026.

Sekretaris Kabupaten Berau, M Gazali menyampaikan potensi pengunaan lahan di Kabupaten Berau direncanakan cukup matang. Dengan luasan kawan lindung mencapai 380.259 Ha dan kawasan budidaya 1.975.590 Ha sesuai dengan dokumen RTRW Berau tahun 2011-2031.

Dari total luasan kawasan budidaya itu, 403.510 Ha atau 20,42 persen dialokasikan untuk pola ruang kawasan budidaya perkebunan. “Dalam rancangan awal RPJMD tahun 2021-2026 prioritas pembangunan Berau difokuskan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi di bidang agrobisnis dan pariwisata,” ujar Gazali.

Diungkapkan bahwa sektor pertanian selama periode 2013-2019 cenderung naik, namun sektor industri pengolahannya masih menunjukan perkembangan relatif konstan. Hal ini mengindikasikan bahwa pengolahan pertanian dalam artian luas masih perlu dikembangkan secara optimal lagi.

Pada tahun 2017 lalu Pemkab juga telah melaunching Gerakan Mengembangkan Agribisnis (GEMARI) kakao. Dengan tujuan mengembalikan kejayaan kakao di Bumi Batiwakkal. “Gerakan ini telah memotivasi pekebun dan terjadi penambahan luasan tanamannya. Untuk produksi berupa biji kering kualitasnya sudah baik, tinggal yang kita pikirkan hilirisasi produk turunannya sehingga ada nilai tambah,” katanya.

Saat ini pengolahan produk kakao juga telah berjalan, salah satunya di Kampung Merasa. Bahkan hasil produk pengolahan kakao ini telah dijual ke luar. “Beberapa waktu lalu kita telah mengirim produknya berupa coklat ke Bali dan Jerman,” pungkasnya.(HM)