Presiden Pimpin Rapat Evaluasi PPKM

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Setelah berjalan sekitar sebulan, pemerintah melakukan evaluasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Sabtu (7/8). Kegiatan digelar secara virtual dan diikuti oleh seluruh daerah di Indonesia. Di Berau, kegiatan diikuti langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas didampinggi Sekkab Berau, M Gazali dan Forkopimda.

Dalam rapat evaluasi ini, Presiden Joko Widodo menyampaikan progres yang telah dicapai selama menjalankan kebijakan PPKM. Ia juga mengungkapkan bahwa ada beberapa daerah yang tingkat kasus penularan dan kematian mengalami lonjakan signifikan, salah satunya Kalimantan Timur yang masuk dalam lima besar di luar Pulau Jawa. “Saya arahkan agar seluruh unsur untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan,” ujarnya.

Disampaikan juga agar mobilitas index harus segera diturunkan. Melalui PPKM ini diharapkan bisa mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah. Kemudian dalam upaya pencegahan penularan yang semakin tinggi, setiap daerah harus meningkatkan tracking serta tasting. “Termasuk juga menyiapkan tempat isolasi terpusat sers percepatan vaksinasi. Ini merupakan poin yang cukup penting,” jelasnya.

Sementara Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya dalam pencegahan penularan covid-19 ini. Percepatan vaksinasi pun terus dilakukan. Termasuk pengawasan selama pelaksanaan PPKM di Bumi Batiwakkal. “Tadi kita sudah mendengar arahan dari Pak Presiden. Banyak poin penting yang disampaikan. Dalam upaya pencegahan ini kita harus persepsi. Tidak hanya pemerintah saja, masyarakat serta unsur lainnya berperan penting. Kita harap bersama agar pandemi ini bisa cepat berlalu,” katanya.

Ia juga mengatakan sejauh ini beberapa perusahaan telah melakukan vaksinasi. Hal ini cukup membantu pemerintah daerah dalam penyaluran vaksin ke masyarakat. “Terima kasih kepada perusahaan yang telah membantu kita. Tentu saya berharap perusahaan lainnya juga bisa berperan aktif. Ini demi perjuangan bersama melawan Pandemi covid-19 saat ini,” jelasnya.Ed)