Tahun Depan Diskominfo Kaltim Perketat Syarat Kerja Sama Media Siber

FT.ISTIMEWA
FT.ISTIMEWA

 NEWSNUSANTARA,SAMARINDA : Perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terhadap media siber dalam 2 tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup berarti, dalam melakukan pembinaan melalui kerja sama pemberitaan.

Setelah tahun lalu sukses menjalin kerja sama pemberitaan dengan sejumlah media siber melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), tahun ini Pemprov Kaltim kembali menjalin kerja sama dengan 12 media siber yang dibagi dalam 2 tahap.

Tahap pertama terdiri dari 8 media yang telah dipilih melalui seleksi ketat dengan mengacu pada Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999, dan Peraturan Dewan Pers Nomor 3 tahun 2019 tentang Standar Perusahaan Pers. Kemudian 4 media siber lainnya dipilih berdasarkan keterpenuhan persyaratannya dan peringkat di Alexa.

“Delapan media yang dipilih itu dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditentukan, sehingga dianggap lulus murni,” jelas Diddy Rusdiansyah, Kepala Dinas Kominfo Kaltim saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (20/6/2020) malam.

Diddy mengingatkan, tahun depan pola kerja sama ini masih akan dilanjutkan. Namun dengan persyaratan lebih ketat, dan tambahan persyaratan media-media siber yang akan dijalin kerja sama harus menjadi anggota salah satu organisasi media siber yang sudah menjadi konstituen Dewan Pers, yaitu Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI).

“Tahun depan kami akan memastikan setiap yang akan kerja sama, harus berafiliasi kepada asosiasi. Apakah AMSI atau SMSI,” tegas Diddy.

Dari data yang dikeluarkan Diskominfo Kaltim diketahui 8 media yang telah dinyatakan lolos secara murni masing-masing Niaga.Asia, Vivaborneo, Berita Kaltim, Detak Kaltim, Prokal, Koran Kaltim, Klik Samarinda, dan Lensa Borneo.

Kedelapan media tersebut, juga telah diberikan penugasan untuk meliput kegiatan instansi tertentu sebagaimana dilakukan pada tahun 2019.

Diddy menambahkan, saat ini Diskominfo Kaltim telah mengembangkan kontributor di 10 kabupaten/kota untuk meliput kegiatan-kegiatan di kabupaten/kota. Namun saat ini mereka masih fokus pada peliputan berita terkait Covid-19.

“Nanti berita mereka masuk ke media center kami yang bisa menjadi rujukan teman-teman wartawan untuk menulis, jadi kami mem-back up juga sekarang ini,” tandas Diddy.

Awalnya, Diskominfo Kaltim telah merencanakan menjalin kerja sama dengan sekitar 17 media tahun ini. Namun akibat merebaknya wabah Covid-19, terjadi pengurangan anggaran hingga 50 persen yang berimbas pada berkurangnya jumlah media yang bisa diakomodir dalam kerja sama tersebut. (DK.Com)