Oknum Kades Kabupaten Malang , Di Laporkan Istri Sirihnya Ke Inspektorat

NEWSNUSANTARA.COM – MALANG – Dewi Verdiana (35) Warga Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang melaporkan suaminya yang tak.lain adalah Seorang kepala desa  ke Inspektorat Kabupaten Malang
Itu terggambarkan nasib seorang Dewi Verdiana  yang baru ditinggal oleh suaminya, padahal usia pernikahannya masih sangat muda, Kamis (03/02/2022).
“Pernikahan saya dengan  Syahroni selaku Kepala Desa Mendalanwangi terjadi  pada 2020. Lalu, pada 2021, swtelah itu dia meninggalkan saya tanpa alasan yang jelas ucapnya.
Peristiwa ini terbilang lebih miris karena di saat bersamaan Dewi baru saja melakukan operasi pengangkatan sel telur karena didiagnosis mengidap penyakit berbahaya.
Dengan demikian,atas daripada perlakuan kepala desa itu Perempuan tersebut sekarang merasa ditipu rayuan gombal sang kepala desa.
Dia menerangkan dirinya dan Syahroni memilih menikah secara agama (nikah siri) dengan disaksikan oleh keluarganya di Kabupaten Probolinggo.
Syahroni berjanji akan menikahi Dewi secara resmi di kemudian hari. Namun, pernyataan itu rupanya hanya janji kosong.
“Apa yang di janjikan oleh Syaheoni Sampai sekarang belum ada kabar, dihubungi lewat handphone malah nomor saya diblokir,” kata Dewi.
Dengan adanya perlakuan etika sang Kades yang kurang baik pihak keluarga daripada Desi  sangat kecewa dan memilih melaporkan Kepala Desa Mandalawangi tersebut ke Inspektorat Kabupaten Malang.
Begitu laporan masuk Pada 31 Januari 2021, Dewi pun dipanggil pihak Inspektorat Kabupaten Malang untuk dimintai keterangan.
Dewi mengaku sudah menempuh secara kekeluargaan, tetapi selalu gagal. Itulah yang mendasari pelaporannya ke Inspektorat.
Dia mengharapkan bisa ada solusi , karena perilaku oknum kepala desa tersebut sangat merugikan Dewi.
“Terus terang Saya sangat dirugikan dengan peristiwa tersebut. Semoga tidak ada korban lain,” ujarnya.
Penasihat hukum korban, Nihrul Bahi Alhaidar menyatakan peristiwa tersebut sangat merendahkan dan merugikan kliennya. Parahnya, perilaku itu dilakukan oleh seorang pejabat publik, yakni Seorang kepala desa.
Perilaku yang dilakukan oleh oknum kepala desa tersebut terbilang melanggar aturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan bisa terancam dengan pencopotan dari jabatannya.
“Itu semua Sesuai keterangan kepala inspektorat pada 2017 yang menyatakan bahwa kepala desa yang menikah siri akan dilakukan penindakan hukum, bahkan sampai ranah pencopotan,” ucap Nihrul Bahi.(Hmz).