Produksi Sampah Meningkat Selama Ramadan, Didominasi Oleh Sampah Rumah Tangga dan Pelaku UMKM

Selasa, 25 April 2023 12:18 WITA
FOTO:Mustakim Suharjana

NEWSNUSANTARA.COM TANJUNG REDEB- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan volume sampah selama bulan Ramadan Tahun 2023 ini. Puncaknya terjadi pada beberapa hari menjelang lebaran Idulfitri 1444H/2023.

Dari data yang diterimanya, rerata volume sampah meningkat sebanyak 20 persen dari hari-hari biasanya. Fenomena itu kata dia, merupakan hal yang wajar setiap tahunnya, terutama saat Ramadan tiba. Mayoritas sampah itu berasal dari produksi rumah tangga, UMKM, hingga perseroan terbatas.

Baca Juga  Sebelum Ditutup, Wabup Sebut Akan Ada Simulasi Lagi
FOTO:Mustakim Suharjana Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau

“Kondisi normal, bahwa setiap momen Ramadan volume sampah naik. Cukup Signifikan, dan naik lebih dari 10 ton perhari,” ujarnya, beberapa hari lalu.

Dirinya menambahkan, angka volume capaian sampah per-hari di Kabupaten Berau bisa mencapai 60 ton dan saat ini mengalami peningkatan hingga 20 persen lebih. Tentunya DLHK melakukan segala upaya secara maksimal dalam menangani tingkat volume sampah tersebut.

Baca Juga  Kegiatan Membersihkan Rumput dan Waled Demi Kelancaran Irigasi Pateguhan

“Sekitar 60-an ton sehari. Dan sekitar 20 persen sampah di Kabupaten Berau meningkat selama bulan ramadhan ini,” jelasnya.

Selain itu, dirinya mengaku bahwa pihaknya mengalami kendala dalam penanganan sampah yang terus mengalami peningkatan tersebut. Pasalnya, peningkatan sampah tidak bersamaan dengan peningkatan ketersediaan unit kendaraan operasional sampah.

“Unit kendaraan operasional kami sangat memerlukan peremajaan. Karena kerap terjadi kerusakan dan memakan waktu dalam perbaikan, sehingga sampah yang ada bertumpuk lama dan tidak bisa secepatnya tertangani,” bebernya.

Baca Juga  28 Ketua TP PKK Kampung Dilantik

Mustakim menyebut, ketersediaan jumlah dari SDM juga menjadi permasalahan yang belum dapat pihaknya selesaikan, karena saat ini telah ada penetapan larangan untuk penambahan SDM.

“Oleh karena itu satu-satunya cara untuk menutupi kekurangan personil kami minta peremajaan unit,” ungkapnya.

Sebagai contoh, ada alat kebersihan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang saat ini berfungsi hanya satu. Sementara yang lain mengalami kerusakan.

“Jadi kita ke depan minta support dari Pemkab Berau untuk membantu agar penanganan sampah bisa optimal tertangani,” pungkasnya. (ADV)

Reporter:Miko

Bagikan:
Berita Terkait