Sebagai Tanda Penghormatan Sambut Hari Jadi Bumi Batiwakkal, Makam Raja Pertama di Berau Diziarahi

Sabtu, 13 September 2025 01:37 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Suasana khidmat menyelimuti Makam Raja Berau pertama, Aji Surya Nata Kusuma, di Kampung Melati Jaya, Sabtu (13/9/2025).

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama Wakil Bupati Gamalis dan Sekkab M Said, memimpin ziarah sebagai bagian dari rangkaian peringatan ke-72 Hari Jadi Kabupaten Berau dan ke-215 Kota Tanjung Redeb.

Acara digelar sederhana, melalui upacara, doa bersama, dan penaburan bunga. Namun, makna yang terkandung begitu mendalam, mengenang jasa pemimpin terdahulu yang telah meletakkan dasar berdirinya Berau hingga berkembang menjadi daerah yang kita kenal sekarang.

Baca Juga  Purna Tugas, Mantan Rektor Ini Dirikan Rumah Makan Edukatif

Dalam catatan sejarah, wilayah Berau dahulu terbagi dalam tujuh Banua, yakni Merancang, Pantai, Kuran, Balulung, Lati, Sewakung, dan Bunyut.

Ketujuh Banua ini kemudian dipersatukan oleh Baddit Dipattung yang bergelar Aji Surya Nata Kusuma, sekaligus dipercaya menjadi raja pertama Kerajaan Berau.

Di bawah pemerintahannya yang berlangsung 32 tahun, sejak 1400 hingga 1432, Berau bahkan berhasil disatukan dengan wilayah Bulungan. Dari kerajaan inilah cikal bakal Kabupaten Berau tumbuh dan bertahan hingga kini.

Baca Juga  Pemkab Berau Harap Pekerja Disabilitas Diberdayakan

Bupati Sri Juniarsih menegaskan, ziarah ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa besar raja pertama Berau. 

“Jangan sampai kita melupakan sejarah ini. Harus kita turunkan kepada anak-anak kita. Salah satu bentuk penghargaan terhadap Raja Berau pertama juga sudah diwujudkan melalui penamaan Korem 091/Aji Surya Nata,” ujarnya.

Lebih jauh, Sri Juniarsih menyampaikan, bahwa Pemkab Berau memberi perhatian besar pada upaya pelestarian nilai budaya dan sejarah.

Baca Juga  Wakil Bupati Asahan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2025

Lokasi makam Aji Surya Nata Kusuma telah masuk dalam rencana pembangunan dan akan dipercantik agar lebih representatif. 

“Ziarah makam ini sudah menjadi agenda tahunan, sekaligus pengingat bagi generasi muda agar meneladani semangat para pendahulu dalam membangun daerah,” pungkasnya.

(MGN/ADV)

Bagikan:
Berita Terkait